Memandang-mu slalu, tuk mengingatkan-ku

Memandang-mu  slalu,   tuk mengingatkan-ku

Laman

Minggu, 11 Agustus 2013

JAGUNG TITI dan TITI JAGUNG


Titi jagung adalah hal yang melekat dengan orang lamaholot.

dan malah telah membudaya...

Olehnya, 

sejak kecil seorang anak perempuan sudah mulai belajar Titi Jagung, 

termasuk si "BULE" ini....Mau makan jagung 

titi????? He hehe




Oleh: Amatus Witak

Sabtu, 10 Agustus 2013

HALAL BIL HALAL Lewolema Lamabunga

KITA ADALAH SATU DAN BERSAUDARA



Tema Halal bil Halal Wilayah Lambunga di Lapangan bola Bungabaru Lambunga

Tgl 10 Agustus 2013








Selasa, 06 Agustus 2013

LEIT LIMAT NUHUT WEWAT koda muren, deino... koda nalan, gokano

"Kita hidup...kita mati... milik Tuhan" (ada lagunya bro, hehehe). 


"matanet di koda...moripet di koda"

Koda Kirin yang sudah melewati ritual bau lolon maka akan menjadi sakral dan mengandung kekeuatan(magic religius). 
Bau Lolon itu sendiri adalah sebuah ritual untuk memadukan Kekuatan Rera Wulan dan Kekuatan Tanah Ekan, sebagai sumber kekuatan manusia(ata diken).

Inilah keyakinan anak manusia dan sumber kekuatan anak lewotanah, bahwa hidup atau pun mati ditentukan diatas 'koda' (termasuk kita bro, heheheeee) 
Koda secara harafiah berarti ucapan atau firman atau sabda, bisa juga koda bermakna ke apa yang terucap(koda kirin). Dalam kontes ini(matanet di koda...moripet di koda), kata 'koda' ini, di tempatkan sebagai sesuatu perkataan yang mengandung kekuatan lahir dan batin yang tentunya sudah melewati ritual bau lolon.. Perkataan atau ucapan atau 'koda' ini lahir dari keyakinan akan adanya suatu kekuatan yang melatar belakangi perkataan itu sendiri. Kekuatan yang melatar belakangi 'koda' itu adalah kekuatan sang koda puken yakni Rera Wulan Tanah Ekan sang pemilik sabda. Rera Wulan Tanah Ekan yang tidak lain adalah Tuhan atau Allah yang mengadakan dan mengatur segala apa yang ada dilangit(rerawulan) dan menghidupkan segala apa yang ada di bumi (tanahekan),  Kekuatan KODA adalah manifestasi kekuatan Tuhan dalam kehidupan manusia. Dengan demikian maka 'koda' apapun dan bagaimana pun itu, haruslah dan tetap berdiri teguh di atas kebenaran, ia tidak bisa di rekayasa dan di manipulasi demi kepentingan tertentu  yang bertentangan dengan kebenaran.

"Koda muren deino... koda nalan gokano" 

Pernyataan ini sebetulnya tidak hanya berlaku dalam perang saja, tapi ia berlaku dalam segala segi kehidupan ketika sebuah kebenaran menemui jalan buntu dalam pembuktiannya. (mudahan kita sepakat dalam hal ini bro, hehehe).
Kebenaran koda hanya akan lahir dari hati nurani yang jujur dan baik pula, maka koda muren (koda saren/koda melan) hanya akan lahir weli oneket tukan mete pai yakni oneket kelemune melan senaren. (murni suara hati bro, karena suara hati suara Tuhan nakune hehehee). 
Sederhananya adalah; jika kita ingin mencari kekuatan koda (koda muren/koda saren) maka kita terlebih dahulu harus menyiapkan hati kita yang murni(jujur) dan baik (onet kelemune), karena 'koda muren' hanya ada pada orang yang benar-benar jujur'

Dan hanya ada satu cara agar selamat ketika menghadapi kedahsyatan koda muren (kebenaran koda) ini adalah dengan memohon ampun (mengakui kesalahan) atau bahasa kerennya "amet marin" (hehehe bahasa keren).
Amet marin ini adalah semacam sebuah ritual dalam memohon ampun, bisa memohon ampun kepada sesama manusia secara langsung atau tidak langsung, atau pun kepada Rera Wulan Tanah Ekan melalui bau lolon amet marin. Masih banyak lagi cara-cara dengan istilahnya masing-masing dalam ritual 'amet marin' ini. (masih di pelajari lagi istilahnya bro hehehe moga tidak rancu). Kemudian dari masing-masing cara ini, akan menjadi penentu keampuhan koda dari upaya amet marin ini dalam usaha penyelamatkan diri menghadapi kedahsyatan kebenaran koda(koda muren). 
Nb: Lagi-lagi oneket kelemune atau kesungguhan hati pun harus di ke depankan dalam 'amet marin' ini. (amet marin tanpa oneket kelemune rasanya tetap gokanet juga deh. heheheee) 

Maka kunci kekuatan koda itu ada pada kebenaran KODA, dan kebenaran koda hanya bersumber dari dan karena ONET KELEMUNE.
Onet kelemune disinilah yang kemudian menuntun "leit limat nuhut wewat" dalam bertindak dan berkata-kata di tengah kehidupan berlewotanah, sekaligus sebagai jaminan keselamatan bagi kita ketika kita sedang berjalan menuju pembuktian kebenaran koda itu. 
Selalu gute paken Koda Kirin mela senaren kelemune, berarti 'Onet noi koda' atau onet kelemune, demikian juga ketika kita selalu berbuat baik(nulu walen mela senare) maka kita akan menjadi bagian dari ata budi dike. (onet noi koda ne apa harus taan sole toiro kah bro? heheheeee)


"biarkan koda kirin yang terucap membuktikan kebenarannya sendiri dengan caranya sendiri"



taan mean'net naku hantam kromo kae neti tetap gokanet juga di bro....
jadi taan meanet, naku harus toi noon rarane, 
mea'net noon uli epate, noon di nuane elu mata...


"hungen baat tonga belolo"
pemikiran pribadi saya yang tertuang dalam coretan sederhana ini sangat membutuhkan masukan dan kritikan dari kakakarik opu alap bai breun melan senaren wahan kae yang sudih mampir di sini. 
senareke....

dumero ama, aip plati uli.....
kopi lewho esi ue dooo....heheheee onek......